Postingan

Lilin Yang Lupa Kutiup

Korek mana korek? Senyap, harum dengan wewangian Adakah yang perlu kubantu wahai kawan? Ucapnya dingin mengelus ubun-ubun Aku hanya memiliki sebatang lilin yang mulai memendek tubuhnya Tersulut kobaran merah merona Sejak saat itu, aku lupa meniupnya Dan membakar persis habis tak tersisa Tulungagung, 07 September 2026

Gelanggang Tanggal Tua

Pulangku larut malam  Saat tokek beradu menceritakan hampir dipatuk ayam Residu pekik pos ronda menggaung karam Wajah-wajah udut menyisakan kepulan tak bermuara  Kali ini aku beradu empat mata Bersama motor butut yang lupa tak kunaikkan standar duanya Pekik lirih knalpot yang suaranya belepotan  Kupandangi seluruh kepala yang pulang dengan beraneka ekspresi  Kupikir rengekan malam ini tak kutemukan lagi kapan hari Kiranya pulang dengan selamat adalah tujuan semua orang Walaupun dunia bukan milikku Aku sering protes kepada pemilik-Nya Tulungagung, 02 September 2026

Jamuan Malam yang Larut

Mengapa pudar purnama itu menyulut ragaku yang gandanya hampir mengelupas?  Padahal ceritaku pada desir yang menggoda itu belum lagi tamat Luluh pada benderang melulu untuk enyah Semenjak aku mengenal liuknya aku tak ingin mengedipkan mata Semenjak aku mendengar deru nafasnya aku tak ingin berpulang secepatnya Pusaran itu menyerobot dengan tergesa-gesa Awak ini hampir saja kabur digondol persona Akankah pukul duapuluh empat cukup untuk menepuk pungguk Si paruh baya? Mungkin kurang banyak Tulungagung, 11 Mei 2026 @nitus

Ada Waktunya

Kau melangkah pagi ini tergesa-gesa sekali Hingga kau lupa menghitung berapa daun yang telah berguguran di halaman  Debu yang sering kau bersihkan pada gawang kayu Kini pernisnya mulai pudar tertutup noda yang cukup tebal Waktu cepat sekali berjalan, ucapmu Sinar yang dulu muncul hanya pukul tujuh Kini nampak lebih awal tanpa ragu Ragamu kini hampir tak pernah bersahabat dengan dipan favoritmu Hanya berselimut angin malam yang bebas Katakan pada kunang-kunang Aku rindu ia mengecup dahiku Kini hanya helm yang sering bersarang Sampai jumpa pada malam berikutnya Dengan kisah yang mungkin suatu saat takkan lagi bisa kau baca Tulungagung, 17 April 2026

Cukup Satu Udud untuk Malam Ini

Pada perjalananku yang tak pernah berjudul Sepadat metropolitan dimalam hari Derunya seperti mesin angkot yang mengangkut bank berjalan yang termakan ilusi Tertipu fananya ilustrasi   Kupantik udud untuk menyorakkan kemenanagan malam ini Aku tak lagi berlomba dengan rembulan hingga datangnya pagi Nyawaku hening dari riuhnya dering maut Yang tak pernah puas dengan urat nadi yang hampir mengkerut   Kulihat kawanan penguasa malam telah bertengger diatas drum berbau pekat Layaknya pelamar kerja yang akan menyerbu gedung korporat Sangat liar dan kadang kakinya menendang nendang Seperti bayi berusia dua tahun yang baru bisa berjalan   Mereka tak berbahaya sebenarnya Kenyataan dan janji manislah yang menjadikan mereka buas Sering dianggap mati tanpa jasad Tuntutan kejam, dengan gaya hedon anti melarat penindas rakyat  

Kemarin, Hari Ini, atau Esok?

 Aku adalah kemarin yang tak akan terulang Aku tak bisa pulang Aku hanya akan dikenang Sebatas ilusi yang tak bisa dipandang Aku adalah hari ini Tuanku sering mengabaikanku dan berharap esok menemukan teman sejati Andai aku tahu, aku tak pernah bisa berlama-lama berdiri  Mungkin aku tak terburu buru mengambil cuti Aku adalah esok Harapan banyak orang yang sering ingkar janji Alasannya sama Menunggu waktu yang tepat Tulungagung, 16 Februari 2026

Terserah Kau Bilang Apa

Terlalu sering digoreng fakta Meletup seperti cimol yang adonannya gagal  Bahkan cepat mengembang seperti adonan tahu bulat yang digoreng dadakan Tapi kopong isinya Tapi pernah juga menggonggong halus seperti rayuan tanggal tua Melempar bom pada gerombolan taman bunga Pukul dia, kejar dan tahan hingga kelaparan  Ruangannya gelap seperti gua penuh obor yang menyulut egonya Terkadang juga merintih minta dikasihani Berputar-putar tanpa arah Seperti sarang laba laba Menangkal beberapa omong kosong yang bermakna ganda Hahaha.. Tertawa dengan bangga... Pulang saja... Kembalikan kembalian yang kemarin kau pinjam Atau biarkan hingga kau terbakar hutangmu