Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Pulang Juga Akhirnya

 Aku sudah angkat senjataku dari kemarin lusa Kakiku sudah penuh dengan kapal yang tebal Gunungan emas telah tersaji untuk seorang tercinta Kini....... Tulangku hancur berkeping jadi abu  Matahari terik akan berkawan lama denganku Sepotong kue dibagikan penuh riang Secangkir teh hangat diseruput dengan nikmat Semangkuk rawon telah habis disantap Kemana tangis pilu yang kemarin meraung tak rela ? Bahkan siluet raga pun sekejap telah sirna Secepat itukah kau lupa ?

Ulah Si Aku

Aku datang dengan tidak tahu Meramu.... Mentari timur setiap saat menatap wajah yakinku Aku bersikukuh membuntutimu Tiga palu yang menempa Aku mulai memahaminya Mulai datang rasa cinta Menjadikanku keluarga daripadanya Namun.... Kini rumah asalaku memanggilku Dia bilang kamu anakku Aku tak akan pergi begitu saja Maafkan aku bukan angkuh dan rakus Hanya saja aku tak sanggup kehilangan  Biarkan kata orang  Aku tidak peduli Duniaku keduanya Aku lahir dinegeri tetangga Namun mulai tumbuh cinta dinegeri beta Walaupun begitu kan kuberbakti pada keduanya

Mau Sampai Kapan ?

 Esok masih ada waktu Mungkin esoknya lagi juga ada waktu Atau satu minggu lagi Tidak, mungkin satu tahun lagi Ucapku ditahun dua ribu dua puluh satu Lalu...... Sekarang kuulang kembali Kataku bulan satu Nyatanya hingga awal tahun baru Politik manipulasi diri sendiri ? Rugi..... Menyesal baru sadar hari ini Dan tetap kau ulangi berkali-kali