Pulang Juga Akhirnya
Aku sudah angkat senjataku dari kemarin lusa Kakiku sudah penuh dengan kapal yang tebal Gunungan emas telah tersaji untuk seorang tercinta Kini....... Tulangku hancur berkeping jadi abu Matahari terik akan berkawan lama denganku Sepotong kue dibagikan penuh riang Secangkir teh hangat diseruput dengan nikmat Semangkuk rawon telah habis disantap Kemana tangis pilu yang kemarin meraung tak rela ? Bahkan siluet raga pun sekejap telah sirna Secepat itukah kau lupa ?