Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Tidak Ada Salahnya

Kalaupun sekedar rayuan mata saja aku tak peduli Bukankah kata orang setiap manusia punya hati Jadi, lisan yang tak kuasa menahan rasa Pun, melontarkan aksara merah jambunya Lantas, bagaimana cerita mereka yang mati tanpa identifikasi? Mungkin ia adalah sosok yang paling percaya diri Diantara benda langit, ia adalah purnama Diantara samudera, ia adalah samudera Pasifik  Dan dia juga tak pernah peduli Omong kosong yang tak pernah diminta bersuara  Langkah kasar yang menghalangi jalannya Yang ia ingat hanya satu Aku tidak pernah mengusiknya, kalaupun ia mengusikku Mungkin sebatas penasaran saja

Lima Batang dari Akar yang Sama

Latarnya pun sama Sang ilalang pengusik tubuh asalnya Raut akar yang mengerutkan otot nyawa Namun, tidak kulihat cabang berkayu itu akan patah Hanya saja burung-burung enggan singgah Apakah ia kembali meragukan kepakkannya? Atau justru ia sedang waspada? Lima cabang itu adalah saudara Tidak pernah kulihat sengketa diantaranya Namun mengapa kini hampir patah dengan sendirinya? Bukankah pemilik telah rajin merawatnya? Bukan, dia hampir merusaknya Bukankah bunganya tak lagi nampak anggun bermekaran  Buahnya tak lagi merah menawan Lalu, apakah daunnya juga akan jatuh berguguran? Atau justru tanahnya akan kering kerontang? Mungkin, dan tidak mungkin