Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Cukup Satu Udud untuk Malam Ini

Pada perjalananku yang tak pernah berjudul Sepadat metropolitan dimalam hari Derunya seperti mesin angkot yang mengangkut bank berjalan yang termakan ilusi Tertipu fananya ilustrasi   Kupantik udud untuk menyorakkan kemenanagan malam ini Aku tak lagi berlomba dengan rembulan hingga datangnya pagi Nyawaku hening dari riuhnya dering maut Yang tak pernah puas dengan urat nadi yang hampir mengkerut   Kulihat kawanan penguasa malam telah bertengger diatas drum berbau pekat Layaknya pelamar kerja yang akan menyerbu gedung korporat Sangat liar dan kadang kakinya menendang nendang Seperti bayi berusia dua tahun yang baru bisa berjalan   Mereka tak berbahaya sebenarnya Kenyataan dan janji manislah yang menjadikan mereka buas Sering dianggap mati tanpa jasad Tuntutan kejam, dengan gaya hedon anti melarat penindas rakyat  

Kemarin, Hari Ini, atau Esok?

 Aku adalah kemarin yang tak akan terulang Aku tak bisa pulang Aku hanya akan dikenang Sebatas ilusi yang tak bisa dipandang Aku adalah hari ini Tuanku sering mengabaikanku dan berharap esok menemukan teman sejati Andai aku tahu, aku tak pernah bisa berlama-lama berdiri  Mungkin aku tak terburu buru mengambil cuti Aku adalah esok Harapan banyak orang yang sering ingkar janji Alasannya sama Menunggu waktu yang tepat Tulungagung, 16 Februari 2026

Terserah Kau Bilang Apa

Terlalu sering digoreng fakta Meletup seperti cimol yang adonannya gagal  Bahkan cepat mengembang seperti adonan tahu bulat yang digoreng dadakan Tapi kopong isinya Tapi pernah juga menggonggong halus seperti rayuan tanggal tua Melempar bom pada gerombolan taman bunga Pukul dia, kejar dan tahan hingga kelaparan  Ruangannya gelap seperti gua penuh obor yang menyulut egonya Terkadang juga merintih minta dikasihani Berputar-putar tanpa arah Seperti sarang laba laba Menangkal beberapa omong kosong yang bermakna ganda Hahaha.. Tertawa dengan bangga... Pulang saja... Kembalikan kembalian yang kemarin kau pinjam Atau biarkan hingga kau terbakar hutangmu