Gelondongan
Lidah perlahan kelu Menatap langit seakan meruntuhkan sayu Mendung menggugurkan banyu Kilat mencuat mulai beradu Tak kulihat sang penghisap menelan ludah pilu Garis menua mengernyit tak tahu diri Pongah diatas derasnya ombak gelondongan Ucapnya lantang tak kulihat mukanya masam Jiwa hanyut bak tumbal paksaan Terampas ludes seketika Puing puing kenangan Remah remah perjuangan Yang tak pernah lupa siapa tuan Dimana obor yang sempat diorasikan lantang-lantang? Sibukkah dengan uang gelondongan? Atau pesta ria telah digelar Kudengar pestanya sangat menggelegar