Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Gelondongan

Lidah perlahan kelu Menatap langit seakan meruntuhkan sayu Mendung menggugurkan banyu Kilat mencuat mulai beradu Tak kulihat sang penghisap menelan ludah pilu Garis menua mengernyit tak tahu diri  Pongah diatas derasnya ombak gelondongan  Ucapnya lantang tak kulihat mukanya masam Jiwa hanyut bak tumbal paksaan Terampas ludes seketika Puing puing kenangan  Remah remah perjuangan  Yang tak pernah lupa siapa tuan Dimana obor yang sempat diorasikan lantang-lantang? Sibukkah dengan uang gelondongan? Atau pesta ria telah digelar Kudengar pestanya sangat menggelegar 

Kisah Gorengan yang Tersisihkan

 Kulihat kulitku juga sama garingnya Tekstur dan rasanya juga sama Kami juga menyelam di lautan minyak panas yang sama Lantas apa yang membuat mereka meninggalkanku tanpa berkomentar begitu saja? Apakah aku terlalu anyep ini?  Kalaupun demikian, itu bukan salahku Aku juga sama sama berbaris pada piring yang sama Apakah manusia tak selera? Atau mereka dari Jawa? Tulungagung, 20 Desember 2025