Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Berjalan

 Dia si anak kecil Berdiri tegap diatas ribuan kerikil Berteriak lantang dan mengangkat tangan  Aku adalah pahlawan Walaupun aku tidak berlari  Aku tak berhenti berjalan Kau tanya sampai kapan? Sampai aku tertidur pulas dalam ayunan Teriak lantang tak pernah hilang  Sepatu dekil selalu dikenakannya  Untuk mengelabuhi musuhnya  Sering ia ke medan perang tanpa pedang Langkahnya tak secepat kawannya Ia tahu sudah tertinggal jauh daripada mereka Ucapnya "tenag saja" Aku akan mengejarnya 

Hanyut

 Aku kemari dengan menjadi gelas kosong Pergi dari negeri nan jauh Kembali membawa cerita yang indah Namun ingin aku menyerah Semakin aku mengnal Semakin aku hina Atas dasar apakah aku bisa lancang meyebut nama anda Aturanpun aku tak pernah membaca Bagaimana mungkin ? Mendekap duri mawar dengan tangan kosong Nyatanya aku harus sadar Agar tak terlalu jauh hanyut dalam muara Sungguh selaksa  Akan kuuntai satu persatu dalam atma Putaran bumi juga ingin kutanya rasanya Sejak kapan rasaku mulai temaram Sepertinya kidung atas asmamu mulai lunglai Maffkan manusia bodoh ini  Lengkara untuk kupeluk erat Nyatanya aku terlalu memaksakan diri Mungkin aku harus pergi.... Selamat tinggal dan hati-hati