Jamuan Malam yang Larut
Mengapa pudar purnama itu menyulut ragaku yang gandanya hampir mengelupas?
Padahal ceritaku pada desir yang menggoda itu belum lagi tamat
Luluh pada benderang melulu untuk enyah
Semenjak aku mengenal liuknya aku tak ingin mengedipkan
mata
Semenjak aku mendengar deru nafasnya aku tak ingin
berpulang secepatnya
Pusaran itu menyerobot dengan tergesa-gesa
Awak ini hampir saja kabur digondol persona
Akankah pukul duapuluh empat cukup untuk menepuk pungguk Si
paruh baya?
Mungkin kurang banyak
Tulungagung, 11 Mei 2026
@nitus
Komentar
Posting Komentar