Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Adakah Ruang Untukku?

Lembaran berdebu sudah merayu Melahap ribuan kisah penuh haru Adakalanya aku benci kepada tubuh ringkih ini Bagaimanapun aku harus menyadari Segelintir ucap darimu telah binasa Semuanya durjana Kepercayaan telah langka Lenyap tergerus masa Aku ini hanyalah puing rinai tak sengaja Aku akan meluruh dalam waktu tertentu saja Apakah hidupku terlalu hina Hingga sudut kota tak pernah menyapa Sunyinya negeriku tak lagi kutemui Hanya omong kosong tanpa bukti Pulang pergi tanpa aksi Sekedar mampir untuk mandi Kemana negeri merdeka ini pergi? Aku telah menunggu sejak lama untuk kuhampiri Namun aku salah  Seharusnya aku tak terlalu serakah 

Apa Yang Kau Kejar Sebenarnya?

Setiap hari Kau meratapi apa yang kau capai Lengah akan nikmat yang Tuhan beri Kemana saja engkau pergi? Hatimu telah tertutup oleh ambisi tinggi Lupa sudah berlian mahal telah kau kantongi Dipikaranmu terlalu kacau kah hari ini? Hingga kau lupa bersyukur atas sedetik nyawa yang dianugerahi  Luka lebam ditubuh belum sembuh Hingga mata hatimu lumpuh Pikiranmu gaduh Hanya untuk nilai sepuluh Sesekali katamu Berkali-kali pun kau tak pernah tahu Apakah seperti ini terus jalanmu? Bagaimana yang lain?

Sempurna itu Mustahil

Kutapaki bumi yang megah Berkeliling dengan pongah dan gagah Aku bersikeras menemukan tempat yang tak biasa Sudah aku berhenti dan duduk termenung tak berkata apa-apa  Mengapa tak kutemukan hal seperti ini ditempat sebelumnya? Mengapa aku tak menemukan cerita yang dulu ditempat ini? Rakus! Berhentilah mencari-cari  Jangan kau melihat keindahan saja pada makhluk yang akhirnya akan mati Berkelanalah sejauh mentari Agar engkau paham artinya berhenti Bukan hanya harapan secuil hasil Namun proses untuk engkau berhasil Pernah terbesit dikepala  Aku ingin melihat ikan dapat terbang di angakasa Aku ingin melihat burung-burung berenang di samudra Aku ingin melihat bagaimana ayam mengudara Sejak kapan aku begini? Ternyata sudah lama, dan baru aku sadari Betapa kosongnya aku Tiada yang sempurna didunia fana Tuhan lah pemilik kesempurnaan selamanya

Tuan Tahu ?

Wahai angin malam yang berkeliaran Lihatlah malam ini sangat redup Engkau menghembus dengan terburu-buru  Padahal aku duduk sepuluh menit yang lalu Gemerlap sepertinya telah tertidur lelap  Berselimut tebal yang pekat Rembulan berbisik kepadaku Untuk tidak berisik malam itu Ilalang mulai menunduk pilu Sepertinya esok pagi akan diserbu Lahan tandus kering tak berilmu  Cakap tinggi sang mahluk pongah berdarah biru  Sudah rusak atau mulai koyak Badan sesak rambut botak  Angkat suaraku Injak puluhan ribu  Malam goyah  Gelap bagaikan lembah Tutur gundah  Hati gegabah