Ada Waktunya

Kau melangkah pagi ini tergesa-gesa sekali

Hingga kau lupa menghitung berapa daun yang telah berguguran di halaman 

Debu yang sering kau bersihkan pada gawang kayu

Kini pernisnya mulai pudar tertutup noda yang cukup tebal

Waktu cepat sekali berjalan, ucapmu

Sinar yang dulu muncul hanya pukul tujuh

Kini nampak lebih awal tanpa ragu

Ragamu kini hampir tak pernah bersahabat dengan dipan favoritmu

Hanya berselimut angin malam yang bebas

Katakan pada kunang-kunang

Aku rindu ia mengecup dahiku

Kini hanya helm yang sering bersarang

Sampai jumpa pada malam berikutnya

Dengan kisah yang mungkin suatu saat takkan lagi bisa kau baca



Tulungagung, 17 April 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tandanya Aku Ada

Lilin Yang Lupa Kutiup