Cukup Satu Udud untuk Malam Ini

Pada perjalananku yang tak pernah berjudul

Sepadat metropolitan dimalam hari

Derunya seperti mesin angkot yang mengangkut bank berjalan yang termakan ilusi

Tertipu fananya ilustrasi

 

Kupantik udud untuk menyorakkan kemenanagan malam ini

Aku tak lagi berlomba dengan rembulan hingga datangnya pagi

Nyawaku hening dari riuhnya dering maut

Yang tak pernah puas dengan urat nadi yang hampir mengkerut

 

Kulihat kawanan penguasa malam telah bertengger diatas drum berbau pekat

Layaknya pelamar kerja yang akan menyerbu gedung korporat

Sangat liar dan kadang kakinya menendang nendang

Seperti bayi berusia dua tahun yang baru bisa berjalan

 

Mereka tak berbahaya sebenarnya

Kenyataan dan janji manislah yang menjadikan mereka buas

Sering dianggap mati tanpa jasad

Tuntutan kejam, dengan gaya hedon anti melarat penindas rakyat

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tandanya Aku Ada

Lilin Yang Lupa Kutiup