Dasawarsa yang Lalu

 Teriak seseorang dari sudut kota yang  kukenal 

Walaupun lirih namun tak pernah menyangkal

Jarakku dan jaraknya hanya sebatas jengkal

Walaupun, kini tak lagi suara itu menimpal


Aku tak ingin mengusik ketenanganmu

Hanya terkadang riuhnya kota tak sebanding dibanding bisingnya kepalaku

Lamunanku telah membela egois yang dulu pernah kau larang

Namun nyatanya ragaku memilih tuk menentang


Aku hanya rindu rona malam yang dulu iri padaku

Aku rindu rumput ilalang menjadi saksi rintihan tawaku

Kukira malam itu akan selamanya kekal

Ternyata waktu memilih untuk berhenti berjalan


Apakah engkau ingat?

Dulu aku sematkan foto itu pada bintang

Agar esok bisa kulihat dengan riang

Namun sepertinya foto itu jatuh terombang ambing angin malam


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tandanya Aku Ada

Lilin Yang Lupa Kutiup