Telapak yang Tak Pernah Bercerita
Langkahmu tegas
Padahal waktu masih pukul lima
Sudah siap bertempur di medan yang tak pernah kau ceritakan
Namun kau sering mengajakku berkelana dalam lautan
Nak, pergilah jauh untuk bekal tuamu
Agar hidupmu lebih baik dariku
Biarkan aku yang merasakan pahitnya memendam pilu
Jangan sampai anakku
Ayah, apakah aku tetap menjadi putri kecilmu?
Sampai kau tak pernah bercerita tentang deritamu
Apakah aku belum cukup dewasa?
Aku tidak ingin ayah diam penuh luka
Kulihat tanganmu tebal penuh tanggung jawab
Langkahmu lebih keras dari kemarin
Kerut dahimu mulai nampak kering
Dan engkau tetap bersemangat tanpa geming
Komentar
Posting Komentar