Sepuluh Ribu untuk Satu Minggu

Pagi itu pujangga baru telah mendaki punggung saku

Kering kerontang nan berdebu

Hanya selembar kertas bertuliskan basmalah satu tahun lalu

Tiada kawan berharga selain satu lembar sepuluh ribu

Ah, kacau...

Teriak pemuda berkerut dahi 

Malam itu hilang sudah udud dalam mulut menghitam

Hanya ribuan nyamuk yang berbisik kawannya bergumam

Kupikir hanya cerita khayal orang orang

Ternyata nyata tanpa rekayasa 

Aku adalah korbannya 

Takut mati terlantar ditengah kota

Pikirkanku berkecamuk 

Apakah aku akan diam saja?

Seketika aku sadar, aku tidak boleh diam saja

Pulang bukan solusi utama

Walaupun aku tahu rinduku akan terbayarkan dengan menatap orang yang kucinta

Tapi jauh adalah makna

Aku harus pulang dengan membawa sepikul cerita tak biasa



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tandanya Aku Ada

Lilin Yang Lupa Kutiup