Pinjamkan Aku Sepotong Hati

Lalu lalang kendaraan menyerempet ilalang 

Tegak kepala tuan hampir hilang

Datang sang angin menerpa wajah tersayang

Pergi sudah hati yang usang 


Kau yang berdiri tegak diujung jalan 

Apakah kau mendengarkan teriakan?

Aku yang berteriak kesakitan

Bolehkah aku pinjam sepotong hati tuan?


Melodi mulai masam

Pudar sudah tatapan dalam temaram

Apakah terlalu banyak garam?

Hingga lautan tak kurasa asin dalam kecapan 


Buang jauh jauh dari tempat ini 

Kau sudah hilang dan tak peduli 

Demikian pula mawar tajam ini 

Rontok satu satu kelompok dan hilang wangi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tandanya Aku Ada

Lilin Yang Lupa Kutiup