Pojok 3.08

Dua puluh tahun kutapaki

Kadang aku berjalan lamban juga berlari

Merasa paling menderita diantara makhluk bumi

Tangis haru pecah diantara cangkir kopi


Terkadang aku berhenti sejenak untuk mengobati luka hati

Ternyata yang kumaksud bukan apa yang kurasa hari ini

Bahan aku lupa, luka yang sebenarnya terjadi

Aku tidak menoleh kebelakang untuk bersyukur hari ini


Padahal hamparan jagad raya telah menjadi saksi

Si anak bengis ini telah berjalan landai diatasa tetesan darah suci

Tanapa ia sadari

Apakah aku hanya sebatas penikmat penderitaan yang telah dilupakan ?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tandanya Aku Ada

Lilin Yang Lupa Kutiup