Ember dan Arsitek Masa Depan
Langkahku
terbirit birit
Dari
ujung kilihat badai digital akan menghantam
Gelombang
kemajuan menghampiri menggulung ribuan mimpi yang telah disusun rapi
Gemburan
digital tidak lagi tenang
Sampan
yang kubuat rasanya hilang arah
Dayung
yang kujaga bertahun tahun mulai goyah
Apakah
ini pertanda aku akan tertelan keadaan?
Darimana
sesuap nasi dapat kumakan ?
Penuh
sudah sampan dengan air baih
Oh
iya aku masih punya ember kepercayaan
Kan
kulawan badai dengan ember yang telah kubawa
Aku
tidak mau perahuku hancur begitu saja hanya dengan takut keadaan
Aku
harus melangkah cepat
Aku
punya masa depan
Kuhadapi
semua dengan doa dan ikhtiar
Mimpiku
tak boleh putus ditengah jalan
Kemarin
aku telah berjanji
Aku
harus pulang membawa tangkapan
Aku
yakin pada gagasan dan perjuangan
Aku
layak menjadi bagian perancang masa depan
Mungkin
banyak disel yang membawa berlayar lebih cepat
Namun
dayung juga tetap berharga dan lebih kuat
Akan
kubuat dayung yang bergerak lebih hebat
Yang
lebih efektif dan tak merusak
Komentar
Posting Komentar